JABARONLINE.COM – Ribuan warga dari tiga kecamatan di Kabupaten Bogor menggelar aksi demonstrasi besar di halaman kantor Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menuntut kejelasan nasib ekonomi pasca kebijakan penutupan tambang di wilayah tersebut. Aksi yang sempat ricuh dan melumpuhkan ruas jalan nasional ini akhirnya mereda setelah Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Jaro Ade turun langsung ke lokasi.
Demonstrasi ini melibatkan warga dari Kecamatan Cigudeg (Desa Tegalega, Batujajar, Rengasjajar, Bangunjaya, Argapura), Kecamatan Rumpin (Desa Cipinang, Sukasari, Rumpin), dan Kecamatan Parungpanjang (Desa Gorowong, Parungpanjang, Lumpang).
Massa aksi menuntut Pemerintah Kabupaten Bogor segera mendengarkan aspirasi mereka terkait keberlanjutan hidup yang terdampak. Mereka juga mendesak agar Gubernur Jawa Barat (disebutkan Dedy Mulyadi dalam orasi) hadir untuk memberikan jawaban pasti.
"Bupati, Wakil Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor segera dengarkan aspirasi masyarakat," tegas Ahmmad Gojali, salah satu orator aksi.
Pemicu Kerusuhan dan Kerusakan Fasilitas
Aksi yang awalnya berlangsung damai mendadak memanas setelah Camat Cigudeg, Ade Zulfahmi, memberikan tanggapan yang dianggap mengecewakan oleh massa.
Di hadapan demonstran, Ade Zulfahmi menyatakan, "Saya bukan orang pergerakan." Pernyataan tersebut memicu kekecewaan yang berujung pada keributan. Massa demonstran yang tak terkendali kemudian melempari kantor Kecamatan Cigudeg dengan bebatuan, menyebabkan kaca-kaca di aula kantor pecah.
Akibat eskalasi ini, massa juga membakar ban dan memblokade ruas jalan nasional di depan kantor kecamatan menggunakan mobil tronton, menyebabkan kelumpuhan total lalu lintas.
Menyikapi situasi yang memanas, Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto bersama jajaran Komandan Kodim (Dandim) 0621 Kabupaten Bogor Letkol Inf. Henggar Tri Wahono tiba di lokasi sekitar pukul 15.20 WIB untuk mengamankan kerusuhan dan mencegah kemacetan.
