JABARONLINE.COM, Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menutup tahun buku 2025 dengan kinerja fundamental keuangan yang solid di tengah tekanan volatilitas ekonomi global dan penyesuaian kebijakan moneter. Perseroan mampu menjaga pertumbuhan kredit yang sehat, memperkuat struktur pendanaan, serta mencatatkan perbaikan kualitas aset secara konsisten.
Hingga akhir 2025, BNI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 15,9% secara tahunan (YoY), yang didorong oleh ekspansi pembiayaan ke sektor-sektor produktif. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penguatan struktur pendanaan berbasis dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) yang semakin solid, sehingga menopang efisiensi biaya dana.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, capaian tersebut mencerminkan ketahanan model bisnis BNI yang dibangun melalui penguatan fundamental, produktivitas, dan transformasi berkelanjutan.
“Sepanjang 2025 kami menghadapi tekanan eksternal yang tidak ringan, mulai dari volatilitas global hingga penyesuaian suku bunga. Namun BNI mampu menjaga pertumbuhan yang sehat dengan fokus pada pendanaan yang kuat, disiplin risiko, serta ekspansi kredit ke sektor produktif,” ujar Putrama.
Transformasi BNI tidak hanya difokuskan pada penguatan teknologi, tetapi juga penguatan organisasi dan peningkatan produktivitas secara menyeluruh. Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan kapabilitas sumber daya manusia, optimalisasi jaringan kantor, pemanfaatan data analytics, serta penguatan platform digital untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman nasabah.
Dalam transformasi digital, BNI terus mengembangkan wondr by BNI sebagai personal transaction platform. Hingga akhir 2025, jumlah pengguna wondr by BNI telah melampaui 12 juta pengguna, dengan tingkat keaktifan transaksi yang lebih tinggi dibandingkan platform sebelumnya. Kondisi ini turut mendorong pertumbuhan tabungan ritel dan penguatan CASA.
Pelayanan Publik Dinilai Sangat Baik, Kementerian UMKM Tuai Apresiasi Ombudsman
Sementara itu, platform BNIdirect untuk segmen korporasi dan bisnis mencatat pertumbuhan jumlah pengguna dan nilai transaksi lebih dari 25% YoY, yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan dana giro korporasi.
Di tingkat global, BNI memperkuat peran sebagai penghubung bisnis Indonesia ke pasar internasional melalui jaringan di delapan pusat keuangan dunia serta kemitraan dengan lebih dari 1.300 bank koresponden di 90 negara.
Dukung Agenda Pembangunan Nasional
