JABARONLINE.COM, Jakarta — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya menjaga dan mengoptimalkan potensi pasar domestik Indonesia yang sangat besar agar tidak didominasi oleh produk impor.


Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong penguatan produk unggulan UMKM agar mampu menembus pasar ekspor.


Hal tersebut disampaikan Menteri Maman saat membuka Bazar Ramadhan bertajuk “Harmoni Ramadhan Bangkit Bersama UMKM: Menenun Tradisi Memperkuat Ekonomi UMKM” yang diinisiasi oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian UMKM bekerja sama dengan Epic Market Kriya Nusantara di Jakarta, Selasa (10/3/2026).


“Tanpa mengesampingkan upaya mendorong produk unggulan UMKM menembus pasar ekspor, pasar domestik kita harus dijaga dengan baik. Dengan jumlah penduduk sekitar 250 juta orang, potensi pasar kita sangat besar. Jika tidak besar, tidak mungkin pasar domestik kita menjadi sasaran berbagai produk impor,” kata Menteri Maman.


Ia menegaskan pemerintah terus memperkuat berbagai langkah strategis untuk menjaga potensi pasar dalam negeri sekaligus melindungi pelaku UMKM dari persaingan yang tidak sehat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menertibkan peredaran barang impor ilegal yang dapat mengganggu keberlangsungan usaha pelaku UMKM lokal.


“Saya berharap seluruh pihak dapat fokus pada optimalisasi penggunaan produk lokal. Langkah ini penting untuk memperkuat posisi pengusaha UMKM dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor,” ujarnya.


Menurut Menteri Maman, penguatan konsumsi produk lokal, penataan pasar domestik, serta sinergi kebijakan lintas sektor menjadi langkah penting untuk memastikan UMKM tidak hanya mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi global, tetapi juga semakin berkembang sebagai pilar utama ketahanan ekonomi nasional.


“Saat ini pemerintah sedang melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan kompetitif. Dengan ekosistem yang kondusif, pengusaha UMKM diharapkan memiliki ruang yang lebih luas untuk tumbuh dan berkembang di pasar domestik,” tambahnya.


Sementara itu, Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian UMKM Tina Astari menyampaikan bahwa kegiatan bazar yang telah memasuki tahun kedua penyelenggaraannya ini akan berlangsung hingga 12 Maret 2026.