KILASBERITA ID, Jakarta – Pemerintah Indonesia menilai deeskalasi konflik di Selat Hormuz menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi global. Hal ini disampaikan menyusul kesepakatan gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat.
Indonesia secara resmi menyatakan dukungan terhadap kesepakatan tersebut, sekaligus mendorong kedua negara untuk mentransformasi jeda militer selama dua minggu menjadi perdamaian jangka panjang yang berkelanjutan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menegaskan bahwa kesepakatan ini mencerminkan itikad baik kedua pihak dalam meredam eskalasi konflik yang telah berlangsung selama satu bulan terakhir.
“Pemerintah Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu yang telah diumumkan oleh Amerika Serikat dan Iran,” ujar Yvonne dalam
pernyataan resminya di Jakarta.
Menurutnya, dialog tetap menjadi satu-satunya instrumen yang sah dan efektif dalam menyelesaikan sengketa antarnegara. Ia juga menekankan pentingnya momentum ini untuk melindungi kedaulatan wilayah serta menjamin keselamatan warga sipil di kawasan terdampak konflik.
“Perkembangan ini mencerminkan adanya upaya dari pihak-pihak terkait untuk tetap membuka ruang diplomasi,” tambahnya.
Dampak Ekonomi dan Stabilitas Kawasan
Ketegangan bersenjata yang meningkat sejak akhir Februari 2026 sebelumnya telah memicu kekhawatiran serius di pasar global, khususnya terkait keamanan jalur energi dunia di Selat Hormuz.
