JABARONLINE. COM, – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam mengawal target pertumbuhan ekonomi nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri Retret Kokam Nasional di Satuan Latihan Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Kamis (12/2/2026).
Dalam sambutannya, Sigit mengutip pesan Presiden yang menyebut Indonesia sebagai negara dengan anugerah sumber daya alam melimpah. Namun menurutnya, kekayaan tersebut harus dijaga dan dikelola secara optimal agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan.
“Ini semua dituangkan dalam RKP tahun 2026. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, Bapak Presiden menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang luar biasa. Tuhan telah memberikan kita karunia yang sangat luar biasa. Namun pertanyaannya, apakah kita mampu menjaga dan mengolah kekayaan tersebut,” ujar Sigit.
Kapolri menekankan bahwa ajakan untuk menjaga persatuan dan kekayaan negara tidak boleh berhenti sebagai slogan. Dibutuhkan kerja nyata dan kolaborasi lintas sektor agar target pembangunan benar-benar terealisasi di lapangan.
“Tentunya apa yang menjadi harapan beliau tidak hanya berhenti pada slogan, tetapi harus ditindaklanjuti dengan kerja-kerja nyata,” tegasnya.
Selain mengawal agenda pembangunan, Sigit juga menyoroti sejumlah tantangan ke depan. Indonesia akan menghadapi berbagai agenda internasional yang memerlukan pengamanan maksimal. Di sisi lain, masyarakat juga bersiap memasuki bulan Ramadan yang kerap diiringi lonjakan harga kebutuhan pokok.
Menurutnya, Polri bersama kementerian dan lembaga terkait memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas harga dan distribusi bahan pokok penting.
“Apabila ini bisa kita kawal dan amankan, maka akan menimbulkan perputaran ekonomi hingga ke daerah. Stabilitas keamanan dan harga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.
Tak hanya itu, Kapolri mengingatkan potensi cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga Maret mendatang. Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak pada distribusi logistik dan aktivitas masyarakat sehingga perlu diantisipasi sejak dini.
