JAKARTA – Semangat kemanusiaan dan kepedulian terhadap penyintas stroke terus digaungkan oleh lima sahabat yang tergabung dalam sebuah gerakan sosial berbasis komunitas. Melalui kolaborasi lintas organisasi, mereka menghadirkan aksi nyata untuk membantu proses pemulihan pasien stroke secara menyeluruh dan terintegrasi.
Ketua Umum KRESHNA Foundation (Komunitas Rehabilitasi Stroke Holistik Nusantara), Suhadi, SH., M.Hum., mengungkapkan bahwa sejak berdiri pada 2019, pihaknya konsisten menjalankan konsep Personal Social Responsibility (PSR). Selama enam tahun terakhir, KRESHNA Foundation berperan aktif dalam membantu pemulihan pasca-stroke yang mencakup aspek fisik, mental, ekonomi, hingga spiritual.
“Kami hadir menjadi bagian dari solusi bagi para penyintas stroke, termasuk melalui edukasi gaya hidup sehat bersama Media Indonesia Group melalui program Go Healthy Metro TV,” ujar Suhadi dalam keterangannya.
Suhadi menjelaskan bahwa edukasi tersebut juga memperkenalkan penggunaan teknologi laser sebagai salah satu modalitas untuk mempercepat pemulihan. Inovasi ini diharapkan dapat mencegah risiko stroke berulang serta meminimalisir komplikasi penyakit lainnya.
Semangat serupa ditunjukkan oleh Komarudin Rachmat, penyintas stroke yang dikenal dengan julukan GLPro (Generasi Lansia Produktif). Setelah berhasil pulih secara optimal, ia kini aktif mengampanyekan gerakan “perang melawan stroke”. Sebagai simbol semangat hidup sehat, Komarudin telah melakukan berbagai aksi jalan kaki jarak jauh, di antaranya rute Bandung–Jakarta pada Oktober 2019 dan Yogyakarta–Bandung pada Agustus 2023. Ia bahkan menargetkan aksi jalan kaki dari Bekasi menuju Monas, Jakarta, pada Oktober 2025 mendatang di usianya yang ke-70 tahun.
Selain aksi fisik, Komarudin juga aktif memberikan edukasi melalui kanal YouTube “Analisa Stroke” untuk menginspirasi masyarakat luas mengenai pentingnya persistensi dalam pemulihan.
Gerakan kemanusiaan ini turut diperkuat oleh Cahaya Foundation yang dipimpin oleh Eko Prasetyo. Organisasi ini memegang peran krusial dalam menyediakan layanan ambulans dan rujukan darurat bagi pasien stroke di wilayah Jabodetabek. Beberapa rumah sakit rujukan yang menjadi mitra strategis antara lain RS Primaya Hospital Bekasi Timur, RSCM Jakarta Pusat, RS PON Cawang, RS Polri Kramatjati, hingga RSPAD Gatot Subroto.
Direktur Eksekutif Cahaya Foundation, Roffi Aulia, menyebutkan bahwa saat ini pihaknya mengoperasikan 11 unit kendaraan layanan yang terdiri dari ambulans dan mobil jenazah di wilayah Jabodetabek, Yogyakarta, dan Brebes. “Kami menargetkan penambahan tiga unit ambulans baru pada 2026 guna memperluas jangkauan layanan bagi masyarakat, khususnya penyintas stroke,” jelas Roffi.
Dukungan teknologi kesehatan juga datang dari PT Tele Sehat Indonesia melalui program ATM Sehat (Anjungan Telehealth Masyarakat). Layanan ini menghadirkan skrining kesehatan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat diakses oleh keluarga dan komunitas. CEO ATM Sehat, Ns. Sigit M. Nuzul, M.Biomed., menyatakan bahwa inovasi ini memungkinkan deteksi dini dan pelayanan kesehatan yang lebih cepat serta tepat sasaran di seluruh Indonesia.
