JABARONLINE. COM, – Banjir setinggi hingga 80 sentimeter kembali merendam Jalan Mekarsari–Cipenjo, Desa Mekarsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis pagi. Genangan air yang menutup badan jalan utama ini menyebabkan puluhan sepeda motor mogok dan aktivitas warga lumpuh.
Air banjir menggenangi hampir seluruh ruas jalan yang menjadi akses vital penghubung antarwilayah. Sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa menuntun kendaraannya setelah mesin mati saat nekat menerobos genangan. Sementara pengendara lainnya memilih memutar arah dan mencari jalur alternatif meski jaraknya lebih jauh.
“Kalau motor pasti terendam dan mogok. Aktivitas warga jelas terganggu,” ujar salah seorang warga di lokasi.
Warga menyebut banjir di kawasan tersebut bukan kejadian baru. Genangan air disebut sudah menjadi langganan selama sekitar enam tahun terakhir setiap kali hujan deras turun, tanpa adanya solusi permanen dari pihak terkait.
“Sudah dari enam tahun lalu. Kalau hujan besar, pasti banjir. Tingginya minimal sekitar 40 sentimeter, maksimal bisa sampai 80 sentimeter,” kata Ecin, warga setempat.
Selain tingginya intensitas hujan sejak malam hari, banjir diduga diperparah oleh buruknya sistem drainase di sekitar jalan. Warga menilai saluran air tidak berfungsi optimal karena tertutup bangunan yayasan salah satu sekolah serta area pabrik yang berada tak jauh dari lokasi.
“Awalnya ini sawah dan aliran air warga ke arah timur. Setelah dibangun yayasan dan tanahnya diuruk lebih tinggi, air tidak bisa mengalir. Ke utara tertutup perumahan, ke barat ada pabrik,” jelas Ecin.
Akibat kondisi tersebut, genangan banjir biasanya baru surut setelah beberapa hari hingga sekitar satu pekan, tergantung intensitas hujan yang terjadi.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan penataan sistem drainase serta menertibkan bangunan yang menutup aliran air, agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.
