JABARONLINE. COM, – Di tengah meningkatnya tensi geopolitik global, pemerintah memastikan agenda pengentasan kemiskinan nasional tetap berjalan tanpa terpengaruh dinamika luar negeri. Komitmen itu ditegaskan melalui kehadiran program Sinergi Percepatan Pengentasan Kemiskinan (SiTaskin) di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Rabu (4/3).
Program yang digagas Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) tersebut menyasar langsung desa dengan angka kemiskinan tinggi. Di Desa Sukawangi sendiri tercatat sebanyak 3.484 warga masuk kategori miskin ekstrem.
Wakil Kepala BP Taskin, Iwan Sumule, menegaskan bahwa situasi geopolitik global tidak boleh menjadi alasan untuk mengendurkan kerja-kerja pengentasan kemiskinan di dalam negeri.
“Saya pikir situasi geopolitik hari ini mungkin berdampak pada negara. Tapi rakyat miskin itu tidak tahu dengan situasi global yang ada. Yang mereka tahu adalah apakah pemerintah hadir atau tidak,” ujar Iwan.
Ia menekankan, pemerintahan Presiden Prabowo berkomitmen memastikan negara tetap hadir di tengah masyarakat kecil.
“Walaupun dengan situasi global yang ada, yang bisa mempengaruhi kondisi negara, pemerintah membuktikan komitmennya untuk terus hadir bersama rakyat. Lewat SiTaskin, pemerintah pusat hadir langsung di desa, menyapa masyarakat dan memastikan program berjalan,” tegasnya.
Iwan menjelaskan, kemiskinan tidak bisa hanya ditangani melalui bantuan sosial semata. Dibutuhkan integrasi program lintas sektor agar penanganannya berkelanjutan.
“Program ini bukan sekadar bagi-bagi bantuan. SiTaskin dirancang untuk mempertemukan seluruh program pengentasan kemiskinan agar berjalan satu arah. Jadi tidak sendiri-sendiri,” katanya.
