Ketegangan politik dengan AS tak halangi langkah Tim Melli, negosiasi dengan FIFA terus berjalan
JABARONLINE.COM, Teheran, – Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) memastikan bahwa tim nasional mereka, yang dikenal dengan julukan Tim Melli, akan tetap berpartisipasi dalam putaran final Piala Dunia FIFA 2026. Namun, Iran secara tegas menyatakan menolak untuk bertanding di wilayah Amerika Serikat (AS) menyusul meningkatnya ketegangan politik di antara kedua negara.
Ketua Umum FFIRI, Mehdi Taj, menegaskan sikap negaranya untuk memboikot pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di wilayah AS tanpa mengundurkan diri dari turnamen. "Kami akan memboikot Amerika Serikat, tetapi kami tidak akan memboikot Piala Dunia," ujar Taj sebagaimana dikutip dari Kantor Berita Fars, Rabu (18/3).
Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dengan format tuan rumah bersama di tiga negara: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Negosiasi Pemindahan Venue ke Meksiko
Iran, yang telah mengamankan tiket ke putaran final, semula dijadwalkan melakoni seluruh pertandingan fase grup di wilayah AS. Merespons hal tersebut, FFIRI saat ini tengah melakukan negosiasi intensif dengan FIFA agar jadwal pertandingan Iran dipindahkan ke Meksiko.
Gayung bersambut, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyatakan kesiapan negaranya untuk menjadi tuan rumah bagi laga-laga Iran. Jika usulan ini diterima, Iran diproyeksikan akan menghadapi Selandia Baru, Belgia, dan Mesir di tanah Meksiko.
Meski demikian, FIFA hingga saat ini masih mempertahankan jadwal resmi yang telah dirilis pada Desember 2025. Otoritas sepak bola tertinggi dunia tersebut menyatakan harapannya agar seluruh tim peserta tetap mematuhi jadwal dan lokasi yang telah ditetapkan.
Persiapan Teknis Tetap Berjalan
