JABARONLINE.COM, JAKARTA – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia mengeluarkan pernyataan pers terkait perkembangan terbaru situasi di Iran menyusul serangan yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari hingga 9 Maret 2026.
Dalam keterangan resmi tersebut, Kedubes Iran menyampaikan bahwa Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei telah ditetapkan sebagai Pemimpin Ketiga Republik Islam Iran. Penetapan ini dilakukan oleh Majelis Khobragan Kepemimpinan (Dewan Pakar Kepemimpinan) setelah memperoleh lebih dari 85 persen suara.
Penunjukan tersebut dilakukan setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Seyyed Ali Hosseini Khamenei, yang menurut pernyataan tersebut meninggal dunia akibat serangan yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Menurut Kedubes Iran, pemilihan pemimpin baru dilakukan dalam situasi penuh tekanan dan ancaman keamanan. Meski demikian, Dewan Pakar Kepemimpinan tetap menjalankan mandat konstitusionalnya untuk memastikan keberlanjutan sistem pemerintahan Iran.
“Pemilihan ini menunjukkan bahwa Republik Islam Iran tidak bergantung pada satu individu, melainkan merupakan sistem yang berlandaskan supremasi hukum, suara rakyat, dan nilai-nilai Ilahi,” demikian pernyataan Kedubes Iran.
Dalam kesempatan yang sama, disebutkan pula bahwa tahap ke-30 dari operasi militer yang dinamakan “Janji Setia 4” (Va'deh Sadegh 4) telah dilaksanakan terhadap wilayah Israel di bawah komando kepemimpinan baru.
Klaim Korban Sipil
Kedubes Iran juga menyebut bahwa sejak dimulainya serangan pada 28 Februari 2026, lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil disebut telah meninggal dunia.
Selain itu, sekitar 9.669 target sipil dilaporkan mengalami kerusakan atau kehancuran.
