JABARONLINE. COM, – Memasuki hari kedua pelaksanaan Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara, Kabupaten Bogor, Sabtu (31/1/2026), ratusan wartawan mengikuti berbagai agenda pembinaan kebangsaan. Salah satunya adalah latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) sebagai bagian dari pembentukan disiplin dan soliditas.

Sebanyak 162 wartawan anggota PWI dari berbagai daerah di Indonesia tampak antusias mengikuti latihan PBB. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kedisiplinan, kebersamaan, serta peningkatan wawasan kebangsaan dalam rangka memperkokoh ketahanan pertahanan dan ketahanan informasi nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertahanan RI ke-27 Kabinet Merah Putih, Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, hadir memberikan motivasi dan arahan kepada para peserta retret. Sjafrie menegaskan bahwa PWI memiliki posisi strategis dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

“PWI adalah organisasi pers yang memiliki sejarah panjang dan kontribusi besar sejak awal kemerdekaan hingga hari ini. Karena itu, PWI dituntut untuk berani serta berkomitmen menjaga dan membangun kesadaran sejarah bangsa,” ujar Sjafrie.

Ia menekankan bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini bukan lagi peperangan konvensional, melainkan bentuk perang baru yang bersifat non-militer.

“Kita sekarang berada dalam perang psikologis, perang ekonomi, dan perang opini di ruang publik. Ini menuntut kewaspadaan bersama,” tegasnya.

Menurut Sjafrie, perang psikologis tersebut bertujuan mengidentifikasi dan menghadapi berbagai praktik ilegal, baik di sektor ekonomi maupun tindakan-tindakan yang tidak profesional, yang berpotensi melemahkan ketahanan nasional.

“Negara yang kaya ini harus kita jaga bersama. Insan pers harus bekerja keras, bekerja dengan nilai, dan berdiri sebagai bagian dari solusi bangsa,” tambahnya.

Sjafrie juga menyoroti pentingnya persatuan dan kolaborasi antar elemen bangsa, termasuk di tubuh organisasi pers. Ia menilai perbedaan adalah hal yang wajar, namun harus disatukan oleh tujuan kebangsaan dan fondasi sejarah yang sama.