JABARONLINE. COM, –Aksi pencurian sepeda motor kembali terjadi di lingkungan rumah ibadah. Kali ini, satu unit sepeda motor milik jamaah raib digasak pelaku saat salat Maghrib berlangsung di sebuah masjid di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Minggu sore, saat warga tengah melaksanakan salat Maghrib berjamaah. Aksi dua orang pelaku terekam jelas kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di area masjid. Dalam rekaman, kedua pelaku terlihat datang berboncengan menggunakan sepeda motor, lalu memantau situasi sekitar.

Tak membutuhkan waktu lama, pelaku kembali ke area parkir masjid dan langsung membawa kabur satu unit sepeda motor Honda Beat berwarna putih yang terparkir di depan masjid. Aksi tersebut berlangsung sangat cepat, hanya dalam hitungan detik, meski motor diketahui dalam kondisi terkunci stang.

Korban baru menyadari motornya hilang usai melaksanakan salat berjamaah. Setelah suasana ramai karena adanya laporan kehilangan, pengurus masjid dan warga kemudian membuka rekaman CCTV dan mendapati aksi pencurian tersebut dilakukan oleh dua orang pelaku.

Imam, korban pencurian, mengaku tidak menyangka motornya bisa hilang secepat itu.

“Posisi motor lagi diparkir, motor warna putih. Saya kira masih ada, tapi ternyata sudah hilang. Pelakunya dua orang, kelihatan jelas di CCTV masjid. Mereka sempat pergi, lalu balik lagi dan langsung ambil motor yang terparkir di depan masjid. Kejadiannya cepat sekali, hitungan detik, padahal motor dikunci stang,” ujar Imam.

Ia juga menambahkan, saat kejadian kondisi masjid sedang lengang karena jamaah fokus melaksanakan salat, sementara di luar hanya terdapat anak-anak. Menurut pengakuan warga, kasus pencurian sepeda motor di sekitar masjid tersebut sudah terjadi sebanyak tiga kali.

Atas kejadian itu, korban telah melaporkan kasus pencurian tersebut ke Polsek Gunung Putri. Pihak kepolisian menyatakan telah menerima laporan dan saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan bantuan rekaman CCTV sebagai alat bukti.

Warga berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan meningkatkan patroli, agar kejadian serupa tidak kembali terulang, khususnya di lingkungan rumah ibadah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi masyarakat.